Wednesday, August 20, 2014

the firs love ELIS LISMAYA
mengenal cinta saat di bangku smp kelas satu, saat itu aku jatuh cinta pada teman sd ku yaitu elis lismaya namun sampai aku duduk dibangku smk kelas 2 aku tak pernah ungkapkan rasa cintaku padanya, aku hanya memendamnya dan tertumpah semua rasa itu kedalam lagu-lagu yang saya buat, elis lismaya menginsfirasi saya dan akhirnya 5 tahun kupendam semua rasa itu akhirnya saya mulai melupakannya,setiap ku bertemu elis, hati saya dak dik duk tidak  karuan di hati ada keinginan ingin ungkapkan namun di mulut sangat berat sekali untuk ucapkan,  di 5 tahun yang saya jalani banyak perempuan yang datang dan pergi karena waktu itu saya hanya memikirkan elis, wanita yang datang dan pergi mengisi lembaran hari-hari saya diantaranya AAS ASIAH, DEVI, LISKA, DEWI, YENI, NITA, TANTI, DLL, saya sempat mencoba membuka hati pada wanita yang saya tidak ku cintai, yaitu pacar pertama saya yang saya tidak sama sekali saya cintai yaitu lilis tetangga saya, saya menjalin hubungan hanya 2 minggu dan selama kami pacaran tidak sama sekali kita bertemu,, dan aku sadar aku tidak bisa menlanjutkan pacaran itu karena aku tidak bisa mencintainya,,aku putuskan dia dan rasa dengki menyelimuti hatinya kepadaku selama 3 bulan lamanya dan akhirnya kita hanya anggap tidak pernah terjdi hubungan apa-apa diantara kita, saya fokus untuk serius ke sekolah saya, kelas 3 di bangku smk datang seorang lagi yaitu eti yang dapat nomer hp saya dari jenal teman saya sendiri , dia wanita yang mendekati saya yang berani mengungkapkan cintanya kepada saya, walaupun dia beberapakali ku tolak namun dia tetap bertahan sampai kita lulus sekolah akhrinya ku tidak lagi membalas sms dan mengangkat telopon dari eti,,akhirnya dia pun hilang dalam hidupku...
The second love LIA ERIYANTI
awal ku masuk kuliah juli 2013 aku sudah punya pirasat akan mendapatkan perempuan yang bisa mengisi hari-hariku setelah elis lismaya benar-benar hilang di hatiku, januari 2014 LIA eriyanti tetangga saya menjadi teman facebook saya disana kita mulai banyak saling pendekatan, oh ya konon katanya ketika lia masih di bangku smp kelas 1 dia pernah mengagumi saya namun saya tak begitu gubris karena waktu itu saya masih mencintai elis lismaya,,akhirnya setiap hari saya bertemu dengan lia, karena saya suka menjaga warung kakak saya, setiap hari saya melihatnya dan disana mulai ada rasa suka padanya,, dengan orangtua nya yang saya sudah kenal akrab,,,ku katakan cinta padanya melalui seluler, pada tanggal 3 februari pukul setengah empat sore " lia gimana kalau kita jalin hubungan yang tidak biasa , kita jalin hubungan tapi tapi aku bebaskan  kamu untuk berteman dengan pria mana saja, kalau kamu  mau kau boleh punya pacar selain aku" pesan itu lansung di amini oleh nya, terdengar janggal dengan komitmen yang ku buat, namun bukan aku main-main dengan rasaku tapi aku ingin melihat seberapa dewasa ia menanggapi pesan tersebut,,11  februari awal kita bersua, bertatap muka dengan kasihku lia eriyanti di terminal bis indihiang, ku jemput dia di bawah derasnya guyuran hujan pukul 6 petang,  setelah ia pulang dari bandung, dengan baju pink menungguku di pelataran warung depan terminal rasa apa yang ku rasa aku tak tahu, awal pertama aku jemput wanita dengan cinta, ku tawarkan jaket agar dingin nya tasik saat itu tak terlalu terasa untuknya di  bawah derasnya hujan yang tak henti, ku beranikan diri untuk membonceng ia dengan skuter tercintaku ( bilal ). dingin pun tak tak terasa lagi karena tangannya melingkar erat di tubuhku,kurasa kehangatan yang berbeda, lia eriyanti wanita pertama yang hangatkan tubuhku, awal pertama di tasik ajakku untuk mengajarinya mengendarai vespaku, malam setelah isya ku tunggu ia di cinutut , karena saat itu kedua orang tua kita belum mengetahui bahwa kita berhubungan, padahal orang tuanya sangat ku kenal akrab,  biarlah waktu yang menjawab semuanya saat itu, ku nikmati kebersamaan dengannya, ku ajari ia di jalan 2 pasar cikurubuk, dengan serius ia mendengar semua pintaku 1 minggu terus berlalu akhirnya ia bisa mengendarai vespaku, ku bilas rambut panjang indahnya saat yang terurai saat mengenderai vespaku karena tertiup angin yang halangi pandanganku saat ku di bonceng olehnya, dia ajak aku ke dadaha ke tempat  makanan ringan kesukaannya ialah makroni depan apotik di bawah gapura utara pintu masuk dadaha. Indahnya malam dadaha terganggu oleh para pengamen jalanan yang mengangguku dengannya ajak ia ke alun-alun kota untuk menikmati malam sambil makan makroni kesukaannya, aku hanya kenyang melihat wajah bidadari yang ku miliki saat  itu tanpa mengganggu, ada rasa ingin ku kecup bibir manisnya, namun  aku sungguh tak mampu melakukannya, aku hanya bisa menikmatinya sambil mataku tertuju pada kesempurnaan ciptaan Tuhan yang ku lihat saat itu dan inspirasi lagu yang ku buat untuknya,  karena sering kalinya ia ajakku  ke alun-alun kota " saat bersamanya " lagu yang terinspirasi penuh rasa cintaku padanya, 2minggu hubungan berjalan indah, orangtuanya pun akhirnya mengetahui bahwa aku berteman khusus dengan anaknya lia eriyanti binti lukmanto. restu dari kedua orangtuannya menguatkan hubungan kita. bertemu di lapangan dadaha alasannya ibunya mba ipah nama yang sering ku panggil kepada ibunya turunan jawa dan ayahnya lukmanto yang lebih akrab ku panggil kang luk berdarah sunda ingin di ajari naik skuter juga. malam itu ku bersamanya dan orang tua nya yang begitu mesra bertemu di dadaha, semalam itu ibunya langsung bisa mengendarai si bilal. Setelah hubungan itu terbongkar dan restu oleh kedua orangtuanya ku beranikan diri untuk menjenguk ia yang terbaring sakit di rumahnya saat itu. ku bawakan ia buah tangan tanda kecintaanku padanya sebungkus bubur dan temanku nana kersana yang mengantarku pertama kalinya ke rumahnya dengan rumahnya sederhana namun penuh cinta di bawah kaki gunung baraja 100 meter di belakang rumahku. ku jenguk ia yang terbaring lemas rintih manjanya paksa aku untuk memijit-mijitnya redakan sekilas rasa sakit badan yang ia rasakan tanpa ke ahlian aku memijitnya dengan rasa cinta, jujur saat ku pijit-pijit kaki betisnya yang mulus kemaluanku tiba-tiba berdiri dan tetesan cairan basahi celana pendekku saat itu, entah mengapa bila ku di sampingnya kemaluan ku tak henti mengeluarkan cairan, lain dengan aku saat di samping wanita lain, mungkin ini cinta yang kurasa, 2 hari ia terbujur lemas, ku setia memijit tubuhnya, dengan adanya pikiran iblis yang merasuk untuk mencumbui tubuhnya yang indah, namun imanku masih mengalahkan nafsuku. jujur aku dari dulu pecinta film porno, namun tak pernah terlintas dalam benakku untuk merasakan tubuhnya, walau saat itu kesempatan melakukannya sangatlah besar.karena saat semua keluarganya tidak sedang berada di rumah. namun ku ingin miliki ia sepunuhnya tanpa ingin kusentuh tubuhnya sejengkal  pun, ku ingin miliki dia di masa depanku dengan wanita yang masih bermahkota, walau saat ku hubungan dengannya aku adalah pacar yang ke 55 nya, entah apa yang dilakukan mantan-mantannya yang 54 itu, aku saat itu tak mau tahu, namun penasaran ingin ku ku tanyakannya.
14 februari 2014 ku berikan kado boneka baby milo berbentuk baya monyet untuknya, ada rasa canda , namun ku benar suka dengan hewan monyet, karena itu nama profile facebook ku juga adamsimonkey PG, ku berikannya setlah ku ajak ia jalan-jalan, ia menerimanya sangat bahagia, itu kado bukan kado valentine, namun kado ulang tahunku yang jatuh tanggal 20 februari, karena ku tahu ia akan berngkat lagi tangal 18 februari, ku berikan kado itu lebih awal, namun mungkin tuhan memberikan kesempatan untukku lebih jauh mengenalnya dia tak jadi pergi ke bandung. BUlan februari, maret april awal adalah dimana kemesraan kita , dimana akun sangat mencintainya dann bertumbuh dari awalnya hanya rasa suka, cinta dan tumbuh menjdi sayang, karena bila ku berikan rasa sayang , wanita tersebut akan sangat aku sayangi, akan ku lakukan apa saja untuknya asal dia bahagia, karena wanita yang ku sayang selain ibu saya, dulu ku simpan rasa sayang kepada Elis lismayateman sebangku di sd dan rasa itu benar-benar telah hilang setelah 5 tahun aku , karena rasa cinta itu tak pernah ku ungkapkan rasa cintaku ini. Dan ini yang kedua kalinya rasa sayang diriku ku berikan kepada lia eriyanti binti lukmanto.
Hubungan kami 3 bulan itu tanpa pertengkaran apapun dan selalu di penuhi kemesraan diantara kita, dengan rasa rindu ingin bertemu setiap harinya " tuhan tolong aku, tolong jaga LIA,,Tuhan aku Sayang LIA,,, "sampai di pertengahan april, ada seorang pria yang ia kenalkanku padanya,,namanya jajang teman smpnya, dengan keahlian nya main gitar dan suara indahnya dia menyanyikan lagu untuk lia wanita yang masih menjadi pacarku saat itu, di depan mataku sendiri di rumahnya saat itu, karena saat itu di rumahnya hanya ada aku, dia , dan dirinya, mata jajang yang terfokus terus memandangi lia sambil menyanyikan lagu  ciptaanya buatku semakin terpojok,ada perasaan mata jajang dan senyuman yang terbalas dari lia bukan hanya sekedar rasa teman saja, ku tahu jajang memiliki rasa kepada lia, namun untu cemburu pun aku tak berhak, karen awal komitmen awal yang ku buat dengannya membebaskan dia untuk memiliki pacar selain aku. " aku bukannya cemburu, namun aku tidak mau ada orang lain yang buat lia bahagia selain aku" egois memang namun rasa sayang itu tumbuh, makanya aku tak ingin membagi lia dengan siapa saja, setelah itu aku merenung sendiri di kamarku yang sepi, merenungi lia yang kini semakin jauh dariku, tak ada lagi pesan-pesan darinya yang yang bisa kusimpan di komputerku. karena 3 bulan kemarin selalu kusimpan setiap pesan darinya di folderku, mei, juni , juli hubungan kita memang belum berakhir , namun komunikasi kita semakin jarang kita lakukan, kita semakin jarang bertemu, kini kua ajak dia ke alun-alun pun ia menolaknya dengan halus, padahal aku ingin sekali bisa seperti dulu  lagi, apa aku tak bisatak bisa mengerti dirinya, tak bisa memberikankehangatan untuknya tak bisa melakukan apa yang dia inginkan" aku memang kaku, aku memang tak bisa menjadi yang kau inginkan , namun aku tak pernah selingkuh, aku tak pernah mendua, aku setiap saat selalu memikirkanmu, di sudut kamarku di temani burung kertas yang  mulai kusam, aku mulai mengumpulkan uang untuk bisa membelikan ia kado ulang tahun di tanggal 21 juli 2013, ku kumpulkan uang dari bulan juni dengan yang menjaga warung dan penghasilan lumayan dari jual pulsaku, walau hubungan kita pada saat itu sudah semakin jauh namun aku tak pernah lupa ingin memberikannya kado di tangga; 21 juli 2014. malam hari sehari sebelum datangnya bulan suci ramadhan ku pastikan lagi rasaku, ku datang ke rumahnya namun kehadiranku di tanggapi dingin olehnya, hampir 30 menit ku di depannya tanpa ada suara. bosan dan ingin pulang namun beberapa menit kemudian jenal sahabat sejatiku datang menyusulku ke rumah lia, ku tumpahkan semua kecewaku kepada jenal.dan dia ijin untuk mandi, dan ku certakan bahwa aku tidak di angap sama sekali olehnya, namun dalam kondisi kesal sekalipun aku tak pernah sama sekali memarahi atau membentak lia, karenaku bukan pria yang mudah main tangan ataupun marah kepada wanita, tak pernah sama sekali aku membentak lia, aku memperlakukannya begitu lembut, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, aku harus lakukan wanita lembut seperti diajarkan rosulloh, agar tulang rusuk yang bengkok mudah rapu dan patah,jujur aku kecewa, aku ajak ia pergi keluar ke padayungan namun ia tak mau dan ketika aku pamit pergi, pamannya datang dan dengan semangat mengajak pamannya keluar melihat dangdutan, aku kecewa kepada lia dan kusampaikan kekecewaanku di padayungan melalui sms,,  tersirat dari pesan dariku aku ingin mundur dari hubungan ini dan ku urungkan juga untuk membelikan kado ulang tahunnya yaitu sepatu high hill,  ku belikan uang yang telah ku kumpukan 1 bulan lebih itu untuk membeli alat-alat sablon, dan ku tulis semua kekecewaanku ke semua bajuku,ku mulai menjaga jarak dengannya karena sekali lagi ia tak pernah mau mengerti perasaanku " aku hanya ingin di mengerti seperti dia yang berusaha terus ku pahami dan mengerti" aku mulai cuek dn membalas singkat pesan darinya sampai tiba tanggal 21 juli 2013, aku hanya ucapkan selamat ulang tahun " semoga kamu bisa bersikap dewasa dan menghargai apa yang selama ini aku berikan " itu pesan singkat yang tersirat yang ku ucapkan di hari ulang tahunnya
hari ke 25 di bulan ramadhan, aku memohon petunjuk kepada ALLOH swt saat sholat dzuhur untuk di berikan petunjuk " Ya ALLOH mun lia jodoh abi, nyuhunkeun di caketkeun ka abi , tapi mun Lia sanes jodo abi, nyuhunkeun di  tebihkeun ti abi " setelah  ku bermunajat kepada ALLOH ku pergi lagi menjaga warung kakak ku rutinitas yang selalu ku lakukan dari smk hingga kuliah, dan tiba-tiba datang ibunya ke warung, untuk berbelanja, ia menyinggung soal hubungan aku dan ankanya yang semakin jarang bertemu,dan mengatakan kalau lia selalu  menanyakan kabar dariku, mungkin ini jawaban dari doaku agar aku sekali lagi harus bertahan dan memperbaiki hubungan dengan lia. Di hari kemenangan setelah sebulan puasa, ku datang ke rumahnya untuk silaturahmi dan ku ajak lia dan ibunya kerumahku, hubungan kami membaik kembali,kita sering lagi smsan.
Agustus 2013 lia pergi ke bandung untuk sebuah pekerjaan, beberapa minggu awal kita sering smsan namun setelah beberapa minggu berlalu aku jarang sms dia, karena takut mengganggu pekerjaannya , pikiran negatif mungkin muncul di benak lia menganggapku tidak perhatian lagi, karena jarang ku sampaikan pesan kepadanya, setelah ku tau kabar bahwa lia sempat di pindahkan pekerjaannya ke malang beberapa minggu, lau di pindahkan ke jakarta, walau ku tak pernah memberikan pesan, namun tidak pernah ku lupa sering kali ku tanya kabar lia dari ibunya " kadangku bingung wanita itu seperti apa dan maunya gimana " serba salah membentur perjalanan cinta ini.
3 bulan tanpa komunikasi tanggal 8 november lia kembali ke tasik dengan tubuh lemas, karena sedang sakit, malam harinya ku datang kerumahnya ia sedang terpulas dalam tidurnya , niat bukan hanya ingin menjenguk dia namun ku bicara lebih dalam kepada ayahnya kang luk, bahwa aku serius mencintai anaknya dan serius ingin menjalin hubungan yang lebih baik. aku katakan kepada ayahnya " kang luk, terang abi tos lami caket sareng lia, abi nyuhunkeun hapunten karak ayeuna nyarios yen abi beneran serius ka lia ", jawaban setuju dari ayahnya terlontar jelas di telinga ayahnya. menyetujuiku untuk dekat dengan anaknya tanpa siapa dan apa diriku, karena larut malam aku pamit pulang  dan rasa gelisah yang berkecamuk di dada setelah saya bisa bicara kan keseriusan saya. akhirnya saya pulang dengan hati tenang, esok harinya ketika siang mulai melambung tinggi ku lihat lia di bawa kerumah sakit , ku menyusulnya dia dengan adiknya novi, namun dia kelihatan menyimpan kesal yang mendalam kepadaku, wajahnya menggambarkan jelas bahwa dia kecewa kepadaku karena ku tak pernah memberi kabar kepadanya kabar miring pun ku dapat, sakitnya lia bukan semata penyakit, namun sakit hati karena saya, itu yang di bicarakan oleh tantennya mba ses kepada kakakku neneng, neneng adalah kakak  sekaligus teman tempat saya mencurahkan segala keresahan hati ini segala rahasia kusimpan dan kupercayakan kepadanya,. AKU merasa bersalah karena sakit yang ia derita disebabkan oleh saya.
12 november 2013 jam setengah sepuluh malam terdengar suara dering pesan handphoneku. ternyata dari Lia, ia mengirim pesan untuk memutuskan hubungan denganku, hancur hatiku dengan kabar tersebut, tak kusangka lia memutuskanku dengan alasan yang tak jelas, aku mau tidak mau menerima keputusan itu. aku tidak bisa memaksa " ku selalu anggapmu seperti pasir di lautan ku bebaskan kau di genggamanku tanpa ku tutup jemariku,,aku membebaskanmu untuk tetap tingal atau pergi bersama angin yang hembuskanmu.." malam itu aku tak bisa tidur, mataku memang saat itu tak berurai air mata , namun hatiku  sedih mendengar apa yang kau ucapkan. esok harinya aku mulai menata diri untuk melupakan nya, namun  tak semudah itu, aku butuh 5 tahun untuk benar-benar melupakannya tanpa ada komunikasi di antara kita. sore harinya aku dapat kabar darinya, namun ku jawab dengan dingin pesan darinya, kurasakan bahwa dia memutuskanku malam itu hanya setengah hati, dia hanya menggeretakku dan mungkin dia ingin jawaban dariku saat itu untuk menolak memutuskan hubungan itu,itu tersirat dari pesan yang di sampaikan nya sore itu, namun aku juga punya prinsip, aku tak pernah main-main dengan perasaanku,,saat itu aku mulai belajar melupakannya " sakit memang apa yang kita tanam dan telah berbunga, kau petik begitu saja. setelah sholat magrib pintu kamarku terdengar suara ketukan dari luar, setelah kubuka pintu kamarku ternyata yang datang adalah ayahnya lia kang luk bilau datang dengan telah mengetahui hubungan aku dan lia sudah berakhir,namun ku coba jelaskan lagi bahwa semalam lia telah memutuskan hubungan ini. kedatangan ayahnya bermaksud meminta fotoku dan beberapa helai rambutku untuk di satukan dengan fotonya dan rambutnya lia dan di bawa ke garut,,,itu katanya sebuah sariat saja,,ALLOH lah yang menentukan segalanya,,,dengan rasa sayangku yang masih besar ke lia ku berikan tanpa banyak bertanya kepada kang luk.
beberapa hari kemudian lia ikut latihan denganku karena adiknya sendiri novi adalah porsenil dari band ku , sebenarnya aku dan keluarganya lia sudah sangat akrab dan telah kita anggap saling bersaudara, malam itu ku bonceng dia untuk pertama kalinya setelah hubungan kita sudah berakhir, status kita memang bukan lagi pacaran,, tapi tidak pernah juga ku anggap lia sebagai sahabat ku, karena bagiku tidak ada mantan pacar bisa jadi sahabat, saat itu masih ku anggap sebagai permataku yang hilang, ku sempat duet dengan nya bernyanyi dengan tawanya yang khas, ku coba terlihat bahagia, setiap ku tatap matanya aku sangat sedih karena kini ia bukan siapa-siapa, setelah selasai latihan lia mengajak kita ke alun-alun kota, untuk mengenang masa-masa dulu saat kita bersama.November akhir pernah ku janjikan untuk pergi ke kawah derajat, niat pertamaku juga mengajak dia ke derajat ingin menjalin hubungan lagi dengannya,,awalnya aku hanya ingin berdua ke kawah derajat dengannya,,tapi ia ingin kita ramai-ramai pergi kesana,,ku ajaklah ,ujang dede, dan jenal. Kami berangkat minggu pagi dengan 3 motor awal perjalanan aku dan lia terlihat mesra seolah-olah kita memiliki hubungan,,kunikmati saja suasana saat itu. dua jam perjalanan dari tasik sampai lah kita di kaki bukit kawah derajat, karena ketinggian jalan yang memiliki sudut 40 derajat aku menyuruh lia untuk berpindah motor ke motor dede demi kesalamatan lia juga, saya takut motor saya tidak naik, namun lia menanggapi miring hal itu dia merasa aku tidak sayang padanya, di kawah derajat awal dari sebuah masalah baru, aku meminta untuk bisa berfoto bersama lia, namun lia menolaknya, jujur aku kecewa dengan penolakannya karena sikapnya aku menahan diri dari dirinya, aku mulai merenung dan memikirkan ulang untuk mengatakan cinta di kawah derajat saat itu, sebelum pulang kita mampir sebentar di cipanas kawah derajat, dan disana saya berdiskusi dengan dede untuk mengatakan cinta kepada lia.
dua jam lebih di kawah derajat tanpa ada kesan yang indah, kita memtuskan untuk pulang lagi ke tasik, di perjalanan ku coba mengungkapkan cinta kepada lia,,,beberapa kali diam namun ku perlu jawaban hari itu juga,,ia menjawab hanya bisa hubungan tanpa status,,jujur aku tak mau jalin hubungan tanpa status, aku ingin semuanya dengan status dengan jelas ,karena aku serius dengan hubungan ini,, karena aku terlalu memaksa lia bersikap murung di perjalanan karena hujan yang sangat deras, lia mencoba menjauh dariku  dan setelah kubujuk beberapa kali sempat juga minta maaf karena aku terlalu memaksakan keingianku untuk mengetahui jawaban yang pasti saat itu. setalah hujan reda, lia memilih untuk di bonceng oleh jenal dan aku dengan ujang, aku dan dede berangkat duluan di pertigaan jalan aku belok kanan mengikuti dede yang mengendarai motornya yang kencang, tapi tidak di ikuti oleh motor jenal yang membawa lia, yang belok kiri saat itu, merasa jenal tak mengikuti langkahku, aku putar balik untuk mencari jenal, aku kembali ketempat awal semula kita berteduh namun tidak ada, dan aku coba belok kiri sembari menghubungi nomer lia dan jenal namun tak ada jawaban darinya, dan beberapa kali di rijeck juga,,mungkin lia masih kesal terhadapku, beberapa kali aku kembali ke jalan yang sama di narogong garut namun aku tidak menemukannya,,di persimpangan jalan yang ke salawu aku bertemu dede yang sedang menunggu, dan mengajaku untuk pulang namun aku menolaknya dan aku semapat marah padanya  " kalau mau pulang, silahkan pulang aku tidak akan pulang sebelum aku menemukan lia dan jenal.. akhrinya dede mencoba ikut mencari kedua anak itu, beberapa kali di telepon akhirnya dia angkat juga , itu juga pakai nomer yang lain,,sempat bicara dengan suara yang sedikit marah di ujung telepon dia mengatakan bahwa dia sedang berada di jalan yang menuju bandung,, ku berfikir kalau lia tidak bisa dewasa menilai semua kejadian ini dan tetap dengan emosinya tadi terhadapku. bermaksud untuk meminta pulsa ke kakak ku neneng tanpa bermaksud untuk mengatakan bahwa kita sedang dalam masalah,, dengan di desak akhirnya aku bercerita ke neneng bahwa lia dan jenal nyasar ke arah bandung, aku langsung menyusulnya kesana , di pinggir jalan akhirnya aku menemukan lia dan jenal, aku melihat lia sedang menangis ,ku coba hampiri namun ia menuduhku meningalkannya, , alasan yang tidak masuk di akal, kalau aku berniat meninggalkanya,kalau aku berniatan begitu  tidak mungkin aku sangat cemas menghawatirkannya, tidak mungkin aku sibuk untuk mencarinya, di perjalanan pulang aku menitipkan lia ke dede, aku meminta dede membawa pulang lia ke tasik, dan membantu menjelaskan semua kejadian ini kepada orang tuanya,, itu saja yang kupinta dari dede, hujan semakin deras di jalan limbangan kami menepi terlebih dahulu, sedangkan jenal dan ujang pulang duluan,, aku memesan mie instan dan susu sedikit menghangatkan tubuh karena seharian kita tidak makan,,ku coba hampiri lia dan menawarkan untuk menyuapinya namun ia menolaknya ku coba memakai kan jacketku ke tubuhnya namun ia juga menolaknya,,, namun ketika dede menawarkan jaketnya ke lia ia langsung memakainya,  sembari merapihkan rambut lia yang berantakan" aku harusnya ada di posisi itu , bukannya dede " gerutuku di hati yang penuh ke malangan,, karena malam semakin larut kita memaksa untuk melanjutkan perjalanan, di tikungan malambong kita menepi dulu untuk membeli jas hujan karena hujan yang semakin deras aku tak ingin lia sakit karena ku lagi,,,setelah itu kami melanjutkan perjalanan ku terus ada di belakang motor dede yang membonceng pujaanku lia, ku lihat lia memeluk dede sangat erat, yang tidak pernah ia lakukan kepadaku,,, " aku seharusnya yang membonceng lia bukannya kamu de " hatiku sedikit kesal berbicara sendiri,,karena waktu di garut aku menyuruh lia denganku lagi namun dede menolaknya,,dia merasa punya tangung jawab,,karena lia sedang sedih aku mengikuti omongan nya dede,,dengan tubuh yang ke dinginan aku hanya bisa melihat lia memeluk dede..andai engkau tahu betapa sedihnya aku saat itu.di gentong kami bertemu dengan jenal dan ujang kembali,,kami melanjutkan perjalanan kembali dengan tetap dede di posisi paling depan, di ciawi dekat jalan layang jenal lihat dede memeluk lia, jenal kaget dengan sikap dede. sampai di cilingga langsung aku menuju rumah lia , namun lia dan dede belum pulang padahal ia tadi di paling depan, aku bertemu dengan kedua orangtuanya lia,dan cemas menanyakan karena aku tidak pulang dengan lia, beberapa menit kemudian akhirnya mereka tiba , aku mencoba jelaskan kepada orang tua lia, dengan nada berbohong, jujur aku tidak ingin melakukannya namun di perjalanan lia mengatakan padaku untuk tidak mengatakan semua ini kepada siapapun termasuk ke orang tuanya..aku merasa ayahnya tidak percaya dengan apa yang aku bicarakan, namun aku sedikit tenang lia bisa pulang dengan selamat ke rumahnya walau harus aku terima kini lia membenciku, malam itu aku berjanji untuk tidak mengganggu lagi lia.
hari senin pagi aku datang ke rumahnya untuk mengambil jaket dede yang ia pakai semalam itu, dengan wajahnya yang masih membenciku , aku pamit sambil menundukan kepala, pagi itu aku pergi ke galunggung untuk mandi agar semua sifat burukku bisa di keluarkan dari tubuh ini, setelah mandi di air terjun galungung aku mengirim lia pesan untuk meminta maaf terhadap sikapku kemarin di derajat,dan tak ingin mengganggunya lagi,,malam harinya aku dapat kabar bahwa dede pergi ke renang mangkubumi untuk menemui lia yang sedang mandi bersama adiknya reni,aku tidak habis pikir apa yang di mau dede padahal aku tak menyuruhnya untuk lebih jauh mencampuri urusan ku dengan lia,,dari sana mereka semakin akrab dan sering bertukar pesan,,padahal dede saat itu mempunyai pacar yang berjanji akan di nikahinya setelah lulus kuliah tahun ini,, dede mencoba menjelaskan kepada pacarnya di bandung leni bahwa lia hanya seorang teman yang lagi punya masalah dengan aku, dan hanya menganggap bahwa hubungannya dengan lia hanya teman biasa , karena lia yang mengrim pesan kepada dede waktu itu, itu yang di katakan dede ke pacarnya leni,,,semakin rumit saja masalah ini, dede pernah mengatakan kepadaku bahwa selain leni perempuan lain hanya sebagai pelampiasan nafsunya saja untuk mencumbunya,,, kejadian itu pernah di lakukan kepada adik sekelasnya,, di malam kamis dede merencanakan untuk mempertemukan aku dengan lia kembali di alun-alun kota, padahal aku sudah berjanji untuk tidak akan mengganggu lia lagi,,,dengan sedikit terpaksa aku pergi ke alun-alun..disan kita berempat, aku dede, jenal dan lia duduk bersama, namun suasana tak seindah dulu pembicaraan kita sedikit di paksakan, tiada tukar tawa  diantara kita, demi mengahangatkan suasana lia membuka pembicaraan untuk merayakan liliwetan ke rumah erik kakak dari lia untuk merayakan kelahiran anak pertamanya, di malam minggu nanti..
malam minggu lia sudah berada di cisayong, karena malam di basahi hujan rencana liliwetan bersama urung untuk di laksanakan, aku mengirim pesan kepadanya dan menawarkan kepadanya untuk menjemputnya pulang, dengan membawa ayam potong untuk perayaan liliwetan walau hanya bisa aku yang kesana, tiba disana liliwetan pun kami laksanakan, untuk menambah orang agar lebih ramai, erik menelepon omo untuk ikut serta 30 menit kemudian omo pun datang,,,karena malam semakin larut aku mengajak lia untuk pulang,,,sempat lia ketakutan ketika melewati rumah angker di cisayong,,hujan  kembali deras kami menepi dulu di terminal indihiang sambil memesan kopi untuk menghangatkan tubuh, hubungan kami sedikit membaik kembali " aku tidak tahu apa arti diriku untukmu, kadang aku merasa kita berteman, kadang lebih dari seorang teman, dan kadang bukan siapa-siapa untukmu "
pendekatan dede dan lia semakin erat,,ku coba mempringati lia dengan mengatakan bahwa ada maksud lain dari dede, namun lia malah emosi dan marah kepadaku, kalau aku tidak pantas mencampuri urusannya,perempuan labil memang lah begitu, dikasih tahu langsung menyulut dengan nada emosi, seolah-olah lia sudah terperangkap dengan omongan dede, aku hanya tidak ingin lia terlalu dekat dengan dede yang punya niat buruk yang pernah dede katakan kepadaku " dam, selain si leni cewe lain hanya sebagai teman tidur saja, saya bisa dengan mudah merayu mereka " aku kecewa dengan sikap lia yang langsung bersikap membenciku,, saya sendiri tidak habis pikir dengan dede yang terlampau jauh ingin mencampuri urusan ku, padahal aku sangat percaya kepada dede awalnya, telah ku anggap dede sebelumnya saudara sendiri, karena kita  suka bercanda bersama, menghabiskan waktu bersama,,setelah itu aku tidak pernah lagi ingin bicara sama dede. awal kita masuk pkl karena kita sebelumnya sudah di daftarkan untuk pkl bersama di suzuki motor,, aku mengajak dede untuk ngobrol di jembatan sindang kasih perbatasan ciamis tasik, aku menjelaskan kekecewaanku kepada dede bahwa niat dede memang baik namun dia terlalu mencampuri urusanku, aku meminta dede untuk menjauihi lia kalau masih ingin ku anggap dia masih ingin ngobrol denganku, setelah itu kami anggap urusan aku, dede lia sudah selesai, hubungan kami pun, aku, dede, dan lia  tidak membaik. akhir desember aku dapat telepon dari pacar dede yaitu leni ingin mengetahui masalah sebenarnya yang terjadi antara dede , aku dan lia,,aku jelaskan dengan sepenuhnya,, aku bisa saja melakukan sesuatu untuk menyakiti dede dengan mendekati leni seperti apa yang dilakukan dede kepada lia, namun aku tidak mau membalas semua itu,," Jika saja aku bisa menyakitimu seperti yang kau lakukan padaku.  aku tetap mendukung hubungan dede dan leni jangan sampai berakhir..walau apa yang pernah dede lakukan padaku sangat menyakitiku.
tahun telah berganti , ada keinginan bisa merayakan pergantian tahun baru 2014 ini bisa dengan nya lia eriyanti, namun semua itu tidak mungkin terjadi karena hubungan kami yang semakin tak menentu, malam tahun baru aku ada rencana untuk menerbangkan surat cinta yang berisikan rasa sayang, rasa cinta yang penuh dengan lika-liku perjalananku untuk di sampaikan ke ALLOH swt dengan balon gas, agar ALLOH bisa mendengar semua keluh kesahku tentang rasa sayang ini yang begitu besar ke lia, dan akan ku selipkan juga fotoku dan fotonya di surat itu. pagi hari ku coba ajak jenal untuk  namun jenal menolak untuk pergi ke galunggung yang waktu itu saya tidak berecana untuk menerbangkan nya di langit kawah galunggung. ku coba menghubungi reni adik dari lia eriyanti untuk membantu, dan reni pun siap membantu mencarikan balon gas, awalnya kita mencari balon gas di pasar cikurubuk dan di cihideung namun kita tak menemukannya, dan tak ada niatan awal yang menerbangkan di galunggung , tapi aku ingin tetap hari itu aku bisa menerbangkan surat itu, aku ajak reni untuk ikut ke galunggung untuk mencari balon gas sambil menerbangkannya di kawah galunggung, aku menjelaskannya ke reni bahwa aku ke galunggung untuk menerbangakan surat yang berisikan rasa sayangku kepada lia dan ku selipkan juga foto ku dan fotonya lia, sedikit tertawa karena itu mustahil, namun demi cintaku aku akan tetap melakukannya, walau itu di anggap gila, perjalanan kami tidak mulus kami terjebak macet karena waktu itu ribuan orang merayakan tahun baru di gunung galunggung juga, setelah satu jam perjalanan dengan vespaku akhirnya kami tiba di cipanas galungung, aku langsung mencari balon gas, namun yang kutemukan balon gas yang berbentuk binatang dan lain-lain. aku tetap membelinya dan ku beli balon yang berbentuk sapi dan motor, balon gas sudah di tangan namun perjalanan belum selesai , kami harus lanjutkan perjalanan ke kawah galunggung berjarak 5 km dengan kemiringan jalan 60 derajat, si bilal nama vespaku mengalami masalah mesin dan hanya bisa mengantarku ke ke pos pembayaran kawah galunggung ,ku titipkan si bilal di pos penjaga,dan harus ku lakukan perjalanan dengan jalan kaki, dengan hujan gerimis, sempat reni menyerah karena sangat melelahkan, sampai di warung ku membeli minuman, namun disana ada yang menghampiriku  untuk membeli balonku, aku dia anggapnya tukang balon,, namun tak masalah aku menolak tawaran wanita itu, karena hanya aku pria yang pertama yang membawa balon gas ke kawah galunggung selama ini tidak pernah ada yang menjual atau membawa dengan sengaja balon ke kawah galunggung. karena tempatnya yang cukup tinggi dan jauh dari cipanas galunggung,dengan rasa cintaku aku melanjutkan perjalanan dengan harus meniaiki anak tangga dengan jumlah 687 anak tangga, beberapa kali arus berhenti karena kelelahan namun perjalanan sudah sejauh ini ini tidak bisa berakhir begitu saja, sambil menghela nafasa, ku abadikan perjalananku dari pos kawah sampai ke anak tangga dengan beberapa foto, semua pengunjung fokus melihatku, bahkan ada anak kecil yang menangis ingin balon gasku, ada yang menertawakanku, ada juga yang terharu melihatku membawa balon gas dengan tulisan yang kutulis sendiri " tuhan aku sayang lia " , " adam love lia " dan banyak lagi doa-doa yang kutuliskan di balon itu. setengah jam kami mendaki anak tangga kawah galunggung akhirnya kami tiba di atas kawah galungung, tidak banyak menghabiskan waktu, aku langsung mengikatkan surat itu kebalon gas yang aku beli di cipanas galunggung dengan cuaca yang berkabut aku tidak akan urungkan niatku,,,detik-detik penerbangan balon ke atas langit galungung untuk di sampaikan rasa cintaku kepada ALLOH swt sambil berdoa aku terbangkan balon itu dengan bangga, karena baru aku pria tasik yang menyampaikan cintanya memakai balon gas.." tuhan tolong aku, tolong jaga lia, tuhan aku sayang lia" andaikan lia tahu betapa besar pengorbananku untuknya, teruntuk terkasihku lia eriyanti aku berharap suatu saat kau akan bisa mengerti aku "
januari awal lia mengirim aku pesan, untuk mengantarkannya menservice tabletnya yang rusak,aku yang selalu menyayanginya tak pernah bisa menolak sekalipun apa yang ia inginkan, dari sana kami mulai dekat kembali namun hanya sebatas seorang pria yang rela mati demi terkasihnya, sempat kami tak ada komunikasi lagi karena pernah kulihat lia selalu di datangi teman barunya dari komunitas grunge, pria ini jauh lebih ganteng di banding aku, kulitnya putih dan perawakan nya yang tinggi , wanita mana yang tak akan terpesona olehnya.
januari akhir aku mengikuti tes kerja dari kampus saya, dan sempat gagal di tes kesehatan karena sebuah penyakit hepatitis b yang saya derita, isu dari luar aku dibawa ke rumah sakit terdengar ke telinga ibu nya lia dan lia sendiri, padahal waktu itu aku pergi ke rumah sakit untuk memastikan apa aku berpenyakitan, ternyata aku positif hepatitis b dan harus menjalani berobat jalan, namun tidak sampai di rawat di rumah sakit , ketika aku pulang tes kedua di blue bird, saat itu aku lagi dijalan tol cikampek menuju pulang ke tasik, aku dapat pesan dari lia, bahwa dia menghawatirkan keadaanku setelah ada kabar aku di larikan ke rumah sakit, dan mengatakan bahwa dia masih menyayangiku, padahal saat itu aku mulai belajar melupakannya karena sering kali ia buat aku sakit hati, namun aku tak bisa juga menolak ketika dia datang membawa harapan, " aku tidak tahu dengan dirimu, kamu datang kembali membawa harapan baru kepadaku, namun kamu juga yang hapuskan harapan itu di hatiku,"mendengar dia masih sayang kepadaku, aku jujur tak bisa menolaknya, namun kami tidak sampai jadian kembali " kami saling menyayangi, namun kami mengapa tak bisa bersatu "pria itu kini semakin jarang bertamu ke rumahnya lia saat itu, dan aku semakin akrab kembali dengan lia, aku belikan lia baju kembar denganku untuk di pakai di hari pesta pernikahan kakak ku ita.di pesta itu kami memang tidak bisa berangkat bersama, karena saya harus membantu kesibukan disana pagi-pagi sekali, beberapa jam kemudian lia dan keluarganya datang ke pesta pernikahan kakak ku, berbisik ke jenal bahwa ia ingin bernyanyi di sana dan aku harus joget di depannya, aku sendiri yang seumur hidupku tak pernah joget di  muka umum demi cintaku, aku rela lakukan apapun.
10 februari aku pamit untuk bekerja ke jakarta, aku di terima di pt blue bird group, sebelum aku berangkat aku sempat pamit ke rumahnya , ngobrol kesana kemari, aku pamit pulang untuk persiapan pagi besok berangkat, di perpisahan itu dia hanya mencium tanaganku , padahal yang kuharapkan adalah aku bisa memeluk tubuhnya dan berkata " aku sangat sayang kepadamu ", pagi harinya aku tak sempat pamit ke rumahnya namun hanya bisa pamit lewat pesan singkat, aku terharu dan bahagia ketika dia untuk pertama kalinya setelah 6 bulan lamanya kita bersama baru kali ini dia ucapkan panggilan " sayang " kepadaku  dan ibunya nangis karena tidak sempat bertemu denganku.
beberapa hari aku di jakarta kita sering bertukar pesan, sempat juga ia pernah berkata, dia akan balikan lagi dengan ku asalkan kulitku harus putih dulu,,jelas aku tidak mau melakukannya, aku hanya ingin cinta yang tulus dari seorang wanita, bukan memandang aku dari segi fisikku " kalau kau mencintaiku karena rupa, bagaimana kau bisa mencintai tuhan yang tak berupa " akhirnya aku harus di pindahkan ke tanggerang selatan di daerah bintaro, beberapa hari kemudian dia menyusulku ke jakarta, awalnya dia mau mengambil ijazah dari pekerjaan nya dulu sebelum sakit, tapi akhirnya dia bekerja di salon kecantikan dimangga dua, demi ingin betemu dengannya aku memberanikan diri naik kereta listrik setelah beberapa tahun baru kali ini aku naik commuter line lagi, kini akses dan fasilitasnnya lebih baik, aku naik dari stasiun sudimara dekat dengan koontrkannku menuju stsiuan kampung bandan yang tidak jauh dari mangga dua. aku bertemu dengannya lagi setelah perpisahan itu, setelah itu aku sering berkunjung ke mangga dua hanya untuk menjenguk atau melepas rindu yang tak tertahan di dada. dan aku juga pernah mengajak ke kontrakanku agar dia tau dimana aku bekerja.
april pertengahan ada sebuah masalah diantara kita, ibunya ingin menghubungi lia untuk menanya kabar nya namun handphone lia tidak aktif sudah beberapa hari, dengan hawatirnya ibunya langsung menanyakannya kepadaku dan ku jawab sejujurnya, minggu pagi yang awalnya ingin aku ajak dia ke monas, namun ada pesan yang mengejutkan darinya , pesan itu  sangat membuat aku sangat sakit hati dan masih membekas hingga kini "  ulah sagala di bejakeun ceuk urang ge, urang teu resep ka maneh teh, sagala teh di adukan we ka mamah urg, sok we bejakeun sagalana ka mamah abi, ulah mentang-mentang mamah abi setuju ka kamu, tapi ari kamu kitu wae mah belum tentu abi hayang ka kamu "nada kasar itu masih melekat hingga kini, aku jelas terbawa emosi kepadanya, ku belas pesan nya " hey, nu namina  mamah kamu ,khawatir keadaan kamu, matak naros ka abi ge, da hape kamu na teu aktif, sareng deui abi mah can pernah maksa kamu hayang ka abi,, abi mah kecewa ka kamu "setelah itu hape aku langsung aku tidak non aktifkan, karena sakitnya begitu membekas di dalam hati ini, segala apa yang kubuat dari dulu ingin memberikan yang terbaik namun pembalsan nya sendiri menyakitkanku. sebulan aku tak menghubunginya, dan datang pesan darinya di  pertengahan mei, untuk minta tolong, ku bantu dia dengan ikhlas tanpa dendam  walau saat itu masih ku ingat perkataannya, ketika itu dia mengalami masalah dengan tempat dia bekerja,dia memintaku untuk meminjam uang, aku memberikannya agar ia bisa pulang ke tasik, karena walau hati ini sakit namun cintaku kepadanya mengalahkan segala,, dan pesan yang janggal darinya yang seratus persen aku sendiri belum percaya yaitu dia mengatakan " a abi bade naros, aa kersa teu hirup jeung abi "pertama kalinya ia mengatakan aa yang tak dulu menyapa ku dengan " hey " , tak langsung ku jawab karena aku masih berfikir ini lia atau bukan atau dia hanya ingin menghibur hatiku " ku jawab sedikit lama bahwa aku sangat mengharapkan ia menjadi maa depanku walau walau beberapa kali aku harus terluka olehnya, namun lia yang lahir di hari kamis aku sudah mengenal sifatnya yang seperti angin kadang datang memberikan angin segar kadang ia hadir hembuskan badai besar lululantahkan hatiku,, ku ingin meyakinkan lagi, kebetulan saat itu aku juga pulang ke tasik namun beda harinya saja, dan aku ketika datang ke rumahnya ia bersikap biasa-biasa saja dan tak memanggil aku akang atau aa, dan masih memanggil aku " hey " jadi bisa ku simpulkan bahwa perkataannya saat itu hanya untuk pemanis saja,,,namun aku cukup bahagia walau itu hanya dusta.
juni pertengahan 2 minggu lia,novi,ibunya, dan ceu imas datang ke jakarta, mereka menginap di kontrakan saya, kedatangan mereka kesini untuk menonton grand final dangdut  academia , ku antarkan mereka ke studio 5 indosiar jumaat pagi untuk membawa tiket, tapi sayang mereka  yang dari pagi sudah mengantri dan sempat di panggil ke dalam namun tak jadi mendapatkann tiket karena panitia hanya menyediakan 100 tiket dan pembagian oleh panitia tidak sesuai antrian, untuk mengobati rasa kecewa mereka menonoton di luar studio, namun di luar studio juga tida kalah ramai nya dengan di dalam,  dan aku pamit pulang duluan karena harus kerja lagi malam itu, sabtu pagi yang awalnya mereka berniat untuk pulang namun sore harinya mereka kua ajak ke monas naik kereta listrik untuk mengabadikan jalan-jalan mereka di jakarta,,karena ada istilah kalau tidak ke monas belum bisa di katakan ke jakarta. ketika di kontrkan juga sempat aku bercanda dan berkata " keun we lia mah di dieu , maturan abi, " dia membalas ke mun tos nikah we ,,minggu pagi ku antarkan mereka ke pasar jumaat, dan aku tak kuat melihat wajahnya, karena akan terus merindukakannya ketika dia sudah pergi, diperpisahan itu sekali lagi aku ingin sekali memeluknya. 2 minggu di bulan ramadan, aku sering membangunkannya lewat pesan singkat, dan hanya di balas dingin seperti dulu-dulu.1o hari sebelum ulang tahunnya yang jatuh pada tanggal 21 juli aku sengaja tidak lagi mengirm ia pesan karena ingin memberikan kejutan kado. minggu pagi aku bersiap-siap pergi ke kota tua untuk membeli gambar wajahnya. namun hasil gambarnya tidak memuaskan karena tidak mirip sekali dengan yang aslinya dan aku mengeluh , aku akan kembali ke kota tua pada hari selasa, namun di senin  sore aku dapat musibah karena kecerobahan aku sendiri, aku mebakar sampah memakai bensin , kaki ku pun ikut terbakar karena cipratan bensin yang meledak di jirigen, seminggu itu aku aku tidak bisa bekerja, sempat aku dilarikn ke klinik karena luka bakar yang semakin parah, dan saat dalam kesakitan itu aku di rawat oleh kakakku ita di kontrkannya di bsd, sehari sesudah kejadian itu ibu lia mengrim pesan duka kepadaku, dan di lanjut oleh lia yang mengirim pesan yang sama, hanya pesan itu yang ku dapat dari lia selama aku sakit, padahal aku sangat mengharapkan setiap harinya ia memberi aku semangat sedikit menghiburku,  namun yang ku sayangi tak pernah ada, mungkin itu juga membuat lia  memutuskan ku saat ia sakit, karena aku tak pernah ada untuknya, ini karma untukku bukan obat yang kuharapkan  hanya pesan darinya yang kunantikan,  " sakit kakiku tak sesakit hatiku "akun sempat tidak bisa berjalan sama sekali sela 4 hari, karena luka bakar yang samaoi ketulang dan cairan yang setiap harinya keluar dari luka bakar kakiku.

hari mingu tanggal 20 juli aku memaksakan untuk ke kota tua, walau untuk jalan pun aku tertatih, namun demi kado yang ku janjikan aku tak ingin kecewakan lia di hari ulang tahunnya, aku harus berjalan 5 km dari cilenggang ke stasiun rawa buntu, karena dari cilenggang tidak ada angkutan yang langsung ke rawa buntu, demi lia aku rela berjalan kesakitan, tiba di stiun aku tidak bisa berdiri lama, walau berjalan aku bisa, namun untuk berdiri lama aku tidak bisa karena sangat kurasakan sakitnya sampai ke tulang kaki, untuk bisa duduk aku memilih menunggu kereta yang kedua yang lebih lenggang dari pada kereta yang pertama yang harus berdiri lama, sejam perjalanan dari stasiun  rawa bantu transit di stasiun tanah abang dan melanjutkan ke stasiun kampung bandan dan transit lagi ke jakarta kota , aku akhirnya sampai di kota tua, aku langsung mencari pelukis yang profesional, akhirnya gambar wajah lia yang akan menjadi kado di hari ultahnya pun aku merasa puas karena mirip dengan yang aslinya. aku bergegas pulang ke bsd lagi, namun yang tadinya aku dari stsiun jakarta kota menuju tanah abang aku bisa mendapatkan kursi untuk bisa duduk , namun dari tanah abang ke rawa buntu aku harus berdiri, walau aku sangat tidak kuat saat itu, namun setiap kulihat lukisan itu, aku dapat semangat lagi untuk tetap berdiri tegak , sampai di stasiun rawa buntu aku istirahat, dan aku merasa bangga pada diriku sendiri betapa aku menyayangi lia aku rela berkorban apa saja. aku rahasiakan kado itu dari kakakku, yang dianggap gila karena sampai segitunya menyayangi lia. hari senin nya aku  langsung kirim ke pos namun ketika aku meminta untuk tidak memasukan nama pengirim di kiriman itu namun pihak pos tidak setuju, aku hanya bermaksud untuk memberi tanpa harus tahu bahwa siapa yang selama ini menyayanginya dengan tulus. aku mendapatkan pesan terimaksih dari lia dihari kamis. aku mudik ke tasik pada hari minggu, namun aku tak datang kerumahnya, walau hati ingin sekali bertemu,namun kini semuanya telah berubah, aku hanya berharap kalau lia jodohku mohon aku dekatkan dengannya dengan kebahagian namun bila aku bukan jodohnya mohon jauhkan lia dari hidupku dengan baik-baik, namun aku hanya ingin meminta untuk bisa hadirkan lia di setiap  mimpi tidurku, untuk mengisi kesepian ini..aamiin..kini bisa ku simpulkan aku dan lia seperti jalan, kadang kita menemui jalan yang menanjak karena pertengkaran kadang kita juga berada di jalan menurun dan rata yang penuh kebahagian...dan kerikil kecil yang sering kita rasakan...to be continued...